Saturday, 24 January 2015

Dahsyatnya Network Marketing

"Orang - Orang terkaya di dunia mencari dan membangun jaringan, orang - orang lain mencari pekerjaan" ~ Robert T. Kiyosaki

Istilah Network Marketing atau Pemasaran Jaringan atau yang lebih familiar dikenal sebagai bisnis MLM pasti sudah tidak asing lagi di telinga anda. Beberapa diantara anda pasti juga ada yang pernah ditawari oleh teman/saudara anda, atau bahkan sudah bergabung/pernah bergabung. Bisnis ini merupakan salah satu dari sekian banyak macam bisnis yang paling direkomendasikan oleh pakar finansial dunia dan sebut saja diantaranya adalah Tung Desem Waringin, Donald Trump, dan Robert Kiyosaki. Robert Kiyosaki bahkan menulis satu buku khusus yang ia dedikasikan untuk bisnis pemasar jaringan yang berjudul “Rich Dad’s The Business School : For People Who Like Helping People”.

Bisnis Jaringan di Indonesia memang bukan bisnis baru, bisnis ini mulai menjadi trend di Indonesia sejak tahun 1990an dan hingga saat ini perusahaan Pemasaran Jaringan semakin menjamur. Tercatat ada sekitar 85 perusahaan Pemasar Jaringan yang tercatat di Asosiasi Pedagang Langsung Indonesia. Mengapa Perusahaan Pemasaran Jaringan banyak direkomendasikan oleh pakar dunia? Berikut adalah Keunggulan Bisnis Pemasaran Jaringan yang banyak dirasakan oleh orang – orang pengusaha bisnis jaringan dan sudah saya rasakan :
1.       Modal Rendah
Modal  yang anda keluarkan untuk memulai bisnis jaringan adalah tergolong rendah bila dibandingkan dengan usaha lainnya. Mengapa demikian?
Contoh : Anda memiliki uang 2 juta untuk membuka warung makan. Pertanyaannya adalah cukupkah uang tersebut untuk membiayai pengadaan mangkok/piring, gelas, sendok, meja, kursi, peralatan masak, mmt/spanduk?
Jawabannya jelas tidak cukup, karena selain kebutuhan di atas masih harus ditambahi lagi dengan tempat berjualan dan pembelian bahan mentah untuk dimasak.

Di usaha pemasaran jaringan, anda tidak perlu memikirkan semua hal diatas, cukup membayar uang registrasi (yang menurut pengalaman saya kebanyakan bernilai kurang dari 2 juta bahkan dibawah 1 juta) dan anda bisa langsung memulai bisnis. Hal ini juga menjadi bukti bahwa bisnis pemasaran jaringan telah meratakan “lapangan permainan bisnis” mengingat dulu hanya orang bermodal besar saja yang bisa bermain di area ini.

2.       Resiko Minimal
Alasan kedua ini berkaitan erat dengan alasan pertama. Banyak orang yang menolak menjadi wiraswasta karena mereka tidak siap dengan resiko finansial (kerugian). Di bisnis jaringan, anda tidak akan menghadapi hal itu karena selain modal awal yang relatif kecil, bisnis pemasaran jaringan menciptakan sistem pembayaran dan produk yang meminimalisir resiko anda.

3.       Dapat Dikembangkan dimanapun
Keuntungan ketiga dari bisnis jaringan adalah tidak dibutuhkan tempat khusus untuk menjadi tempat usaha anda seperti usaha konvensional. Anda bisa mengembangkan usaha di restoran favorit anda, tempat nongkrong, di rumah, bahkan melalui media internet (social media, website). Selain itu anda bisa menjadikan siapapun yang anda temui menjadi mitra bisnis anda, jadi kemanapun anda melangkah, anda bisa mengembangkan bisnis anda.

4.       Dapat dikembangkan siapapun
Anda tidak perlu keahlian khusus untuk menjalankan dan sukses di bisnis jaringan. Telah banyak bukti orang – orang sukses  di bisnis jaringan yang berasal dari individu introvert, ibu rumah tangga, supir, buruh, mahasiswa, bahkan anak punk. Bahkan tanpa anda sadari sebenarnya banyak dari anda yang sudah mempraktikkan cara kerja bisnis ini secara tidak langsung, yaitu ketika anda mengajak/merekomendasikan teman anda untuk membeli/memilih barang tertentu atau yang lebih populer adalah ketika anda mengundang teman anda untuk bermain game yang sama dengan anda di salah satu jejaring sosial demi mendapat suatu item :p

5.       Hasil tak terbatas
Hasil yang anda peroleh dari bisnis jaringan bisa dikatakan tak terbatas, karena tidak ada pembatasan orang yang boleh anda ajak untuk bergabung di bisnis ini atau dengan kata lain anda bisa meraih penghasilan sebanyak yang anda mau bahkan anda juga bisa memiliki kesempatan untuk meraih kebebasan finansial melalui bisnis ini.

6.       Sistem Pendidikan dan Dukungan
Kelebihan Bisnis Pemasaran Jaringan yang terakhir dan merupakan alasan paling kuat banyak pakar merekomendasikan usaha ini adalah karena anda akan memiliki teman – teman baru yang siap membimbing anda menuju kesuksesan, dan anda diajak untuk belajar langsung di Sekolah Bisnis Kehidupan Nyata. Mengapa hal ini begitu penting? Karena bisnis ini akan mengajarkan hal – hal yang dimiliki oleh orang – orang sukses (kaya) namun sayangnya sangat sedikit atau bahkan sama sekali tidak diajarkan di sekolah. Hal tersebut adalah :
1.       Sikap terhadap kesuksesan
2.       Keahlian memimpin
3.       Keahlian berkomunikasi
4.       Keahlian manusia
5.       Mengatasi ketakutan pribadi, keraguan, dan tidak percaya diri
6.       Mengatasi rasa takut terhadap penolakan
7.       Keahlian manajemen uang
8.       Keahlian berinvestasi
9.       Keahlian manajemen waktu
10.   Penentuan tujuan / cita – cita
11.   Sistematisasi

 Bila anda ingin belajar untuk membangun usaha dan belum memiliki pengalaman. Bisnis Pemasaran Jaringan adalah pilihan yang tepat bagi anda. Ada berbagai banyak produk yang bisa anda pilih, dan saran saya adalah pilih perusahaan yang produk dan program pendidikannya sesuai dengan yang anda inginkan. Mulailah kerjakan secara paruh waktu, dan jadikanlah sebagai batu loncatan bagi kehidupan finansial anda

Salam Sukses,

Marshal
Read More..

Tuesday, 20 January 2015

I'm Free !!




Apakah hidup saya saat ini sesuai dengan keinginan saya?

Pertanyaan diatas adalah pertanyaan yang sederhana, namun terkadang kita lupa untuk menanyakannya pada diri kita sendiri. Dan sejujurnya, pertanyaan diatas muncul dalam benak saya setelah saya mengamati pola kehidupan dari orang-orang di lingkungan saya yang bagi kebanyakan orang mungkin adalah normal, tapi menurut saya ada sesuatu yang hal yang sedikit salah dengan pola hidup orang-orang di lingkungan saya yang bentuknya seperti ini 

Sekolah (SD+SMP+SMA/SMK) => Kuliah => Kerja (Jadi Karyawan) => Pensiun


Sepintas memang tidak ada yang salah dengan skema pola hidup seperti diatas, namun setelah saya teliti ternyata mayoritas orang melakukan skema di atas adalah karena rasa takut menjadi diri sendiri, dan sekedar ingin mencari keamanan finansial.

1. Rasa Takut Menjadi Diri Sendiri
Pada dasarnya manusia memang akan merasa takut bila menjadi berbeda dengan orang lainnya. Contohnya, pada waktu kecil pasti ada beberapa diantara kita yang pernah merasa minder karena diantara teman-teman bermain kita sendiri yang paling gemuk, atau hitam, atau pendek, dll. Hal itu diperparah (biasanya) karena teman-teman kita pasti juga akan membully kita yang menjadikan kita merasa terasing dan akhirnya korban bully ini akan melakukan apapun agar menjadi sama dengan teman-temannya.

Saya pikir hal semacam itu akan berakhir ketika sudah menjadi dewasa, ternyata tidak. Di lingkungan kampus saya banyak menemukan orang-orang yang sebenarnya memiliki bakat luar biasa di bidang khusus (seni, olahraga, bahasa, dll) memilih untuk masuk jurusan IT, Kedokteran, Akuntansi, Hukum, dan jurusan mainstream lainnya karena mereka menghindari pertanyaan bernada miring seperti
"Kamu kuliah jurusan 'X', besok mau jadi apa?!" atau
"Daripada masuk jurusan 'X' mending masuk 'Y' kaya bapak/ibu/sodara biar ada penerusnya"
atau kalimat-kalimat lain yang intinya adalah membuat mereka berpikir bahwa jika mengambil jurusan yang berbeda dengan orang kebanyakan maka mereka akan merasa bersalah dan akhirnya membuat mereka terpaksa mengambil jurusan yang bukan bidang keahliannya.

Ketika masuk dunia kerja, ternyata juga sama dan khusus kali ini "korban"nya adalah saya sendiri. Saya memilih untuk berkarier di bidang usaha network marketing, dan membuka beberapa usaha sendiri. Dan hasilnya karena saya memilih jalan yang berbeda dari orang kebanyakan maka kata - kata seperti
"Kamu ikut bisnis networking cuma kena tipu!", atau
"Daripada susah-susah membangun usaha dari awal, udah kepanasan/kehujanan, stress, masih ada resiko rugi, mending ngelamar aja di perusahaan X, jelas gaji + tunjangannya tinggi" sudah menjadi makanan saya sehari-hari. Tapi kenapa saya tidak berhenti? karena saya tahu inilah diri saya dan inilah yang membuat saya merasa hidup! Tidak peduli sudah berapa ratus orang yang mencoba menghentikan perjuangan saya, meminta saya berhenti dan menyuruh untuk memulai karier yang aman dengan bekerja sebagai teknisi di suatu perusahaan besar tapi tidak saya lakukan, karena saya merasa bahagia dengan bekerja keras untuk membangun usaha saya sendiri meskipun kerugian besar dan kegagalan adalah resiko yang harus siap saya hadapi setiap saat.

2. Keamanan Secara Finansial
Alasan kedua yang saya pelajari dari banyak orang di lingkungan saya adalah karena mereka ingin mendapatkan keamanan secara finansial. Sehingga mereka memutuskan untuk bersekolah dan mendapatkan nilai tinggi dalam ijazah mereka kemudian memilih pekerjaan yang aman (karyawan). Sebenarnya tidak ada yang salah dengan pilihan karier ini karena secara teori memang lulusan terbaik akan memiliki jenjang karier yang baik dan gaji yang tinggi pula. Namun pada kenyataannya gaji tinggi dan adanya uang tabungan hanya akan bertahan hingga mereka menikah. Selanjutnya pola yang terjadi adalah tabungan semakin menipis karena mereka akan mengontrak/membeli rumah, membeli kendaraan pribadi (motor, mobil), dan mencukupi kebutuhan anak mereka sedangkan jenjang karier dan penghasilan mereka tidak banyak meningkat. Gaji yang dulu mereka anggap tinggi perlahan mulai membuat mereka khawatir karena mepet atau bahkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan. Dan disinilah saya melihat akibat terburuk dari mereka yang memilih untuk meniti jenjang karier sebagai karyawan dengan alasan "mencari keamanan finansial".

Mereka berpikir bahwa dengan gaji yang besar dan tetap mereka akan aman secara finansial, padahal yang terjadi pada kenyataannya adalah mereka akan selalu kekurangan karena kebutuhan dan harga kebutuhan mereka semakin meningkat, diperparah lagi ketika mereka pensiun mereka hanya akan memiliki sedikit atau bahkan sama sekali tidak memiliki tabungan. Banyak dari mereka membela diri dengan perkataan "Kan waktu pensiun kebutuhan saya tidak sebanyak sekarang, makan ya cukup sederhana saja, rumah dan kendaraan yang penting masih layak" Memang benar kebutuhan mereka akan menurun, tetapi ketika mereka tua dan memiliki cucu, pasti mereka ingin memanjakan cucu mereka dan itu butuh biaya, belum lagi bila anda harus meminum obat karena penyakit tua. Jadi pilihan karier menjadi karyawan tidaklah cocok bagi anda yang berencana untuk aman secara finansial. Dan saya yakin hidup berkekurangan di masa tua seperti itu bukanlah hidup yang anda inginkan

Lalu bagaimana cara agar saya bisa menjalani hidup sesuai keinginan saya?
1. Renungkanlah dan ingat kembali kehidupan seperti apa yang ingin anda jalani
2. Mulailah menata ulang kehidupan anda, dan kembangkan potensi anda pada waktu luang
3. Bila anda sudah siap, anda bisa untuk memulai usaha sampingan di bidang yang anda sukai. Pada awalnya pasti anda akan menemui banyak kegagalan. Tapi bila anda tetap tekun menjalankan maka anda tidak hanya akan merasa "hidup" karena melakukan hal favorit anda, namun sekaligus mempersiapkan dana pensiun anda sendiri
4. Bila anda adalah remaja/pemuda yang belum meniti jenjang karier, ingatlah bahwa kunci sukses adalah "Do What You Love, and Love What You Do". Jadi pikirkanlah dan buatlah jalur karier anda baik-baik, belajarlah banyak dari orang-orang yang kehidupannya mirip dengan apa yang anda inginkan dan beranilah untuk memulai dan melakukan

Salam Sukses, 

Marshal
Read More..